Mikrokontroler ARM Cortex-M

Arsitektur ARM Cortex-M terus berkembang dan dikembangkan, terkait dengan kebutuhan aplikasi yang semakin komplek, yang membutuhkan fitur dan kemampuan CPU yang lebih powerful.

Kehadiran sebuah teknologi selalu menuntut SDM yang mumpuni yang mampu memanfaatkan segala keunggulan yang diusungnya, tidak terkecuali di ranah embedded system.

Migrasi dari arsitektur 8 bit ke 32 bit sedang terjadi, walaupun tidak secepat yang diperkirakan. 8 bit masih akan eksis dalam waktu yang lama, karena tidak semua aplikasi harus dijawab dengan solusi 32 bit. Namun, sebagai pemain dan pengembang aplikasi embedded, tentunya harus meng-antisipasi perkembangan ke depan, dengan menyiapkan SDM sedini mungkin, agar bisa bersaing ketika kebutuhan tersebut tiba. Tidak terkecuali dunia pendidikan, yang semakin hari semakin dituntut untuk mampu membidani lahirnya engineer-engineer yang tidak hanya berpengetahuan, namun memiliki pengalaman ngoprek yang cukup, sehingga dapat segera diserap oleh industri.


Padepokan NEXT SYSTEM Bandung mengadakan sejumlah pelatihan terkait platform ARM Cortex-M. Beberapa subyek reguler yang sudah berjalan sejak tahun 2014, diantaranya:

  • Pemrograman dan Aplikasi Mikrokontroler ARM Cortex-M (3 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Robotik (4 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Real Time Operating System (5 hari)
  • Mikrokontroler ARM Cortex-M dan Aplikasi Internet of Things (5 hari)

Dengan pilihan platform dari sejumlah vendor ternama, seperti: ST Microelectronics, Nuvoton, Infineon, Texas Instruments, NXP dan Freescale.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM di nomor telepon (022) 4222062 atau email info at nextsys.web.id atau nextsystem.robotics at gmail.com.

PS. Untuk topik lain atau topik yang bersifat custom, silahkan menghubungi nomor kontak di atas.

Kuliah Umum Universitas Kristen Maranatha, 16.01.2017

Senin, 16 Januari 2017, mengisi sesi kuliah umum tahun ajaran baru, atas undangan dari Prodi Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Adapun topik yang diangkat pada kesempatan ini adalah Breakthrough Generation.

 

Menerima kenang-kenangan dari Ka Prodi Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha Bandung, Ibu Novie Theresia, M.T.  Terima kasih untuk kesempatan dan kepercayaan yang diberikan – memberkati anak bangsa melalui sentuhan teknologi.

Mikrokontroler, Robotik dan Internet of Thing, 04.01.2017 – 11.01.2017

Pelatihan maraton, 4 – 11 Januari 2017, dengan topik Mikrokontroler, Robotik dan Internet of Things di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung.

Kelas khusus peserta dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Raspberry Pi dan Internet of Things, 05.12.2016 – 09.12.2016

Kloter pelatihan 5-9 Desember 2016 di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, bertajuk Raspberry Pi dan Aplikasi Internet of Things.

Dokumentasi bersama dua peserta – A.R. Anom Besari, S.ST., M.Sc. (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) dan Akhmad Arif Kurdianto, M.T. (Politeknik Negeri Madura).

 

Internet of Things, 14.11.2016 – 16.11.2016

Foto bersama pejuang pendidikan, dari Politeknik Negeri Banyuwangi, usai pelatihan intensif Rancang Bangun dan Implementasi Internet of Things, 14 – 16 November 2016. Pelatihan dilangsungkan di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung.

Dalam kelas ini peserta mempelajari sejumlah platform – Raspberry Pi, ESP8266 juga pengembangan aplikasi di sisi Android. Dari sisi protokol, juga dipelajari implementasi menggunakan MQTT, HTTP serta RESTful.

 

Driver Motor L293D

Motor memerlukan energi yang cukup banyak, khususnya motor-motor yang murah, yang kurang efisien. Hal pertama yang perlu dicermati adalah berapa tegangan motor yang akan digunakan. Hal kedua adalah, seberapa besar arus yang dibutuhkan motor. Driver motor seperti L293D dirancang untuk menyediakan arus hingga 600 mA per motor, dengan arus puncak 1.2A. Harap dicatat, bila menyentuh konsumsi arus hingga 1A, kita perlu memasang heatsink. Bila tidak, akan terjadi kegagalan karena panas berlebih (thermal shutdown), dan bisa terjadi kerusakan pada chip.

 

Beberapa orang menggunakan chip driver SN754410 karena pin compatible dengan L293D, serta memiliki dioda output dan dapat menyediakan arus 1A per motor, dengan arus puncak 2A. Setelah mencermati datasheet, dioda pada output dirancang hanya untuk proteksi ESD (Electrostatic Discharge) dan yang menggunakannya sebagai proteksi kick-back adalah sebuah hack dan tidak dijamin untuk performa. Untuk alasan tersebut, Robot Edukasi – robot untuk pembelajaran robotik yang dikembangkan oleh Padepokan NEXT SYSTEM Bandung; menggunakan L293D yang memang dilengkapi dengan diode proteksi kick-back.

L293D dapat dirangkai secara piggyback dan akan memberikan kemampuan menangani arus berlipat.

Seminar Raspberry Pi di Telkom University, 12.11.2016

Menjadi nara sumber seminar Raspberry Pi for Better Future di Telkom University, Sabtu, 12 November 2016. Seminar yang dihadiri 100+ peserta, berlangsung di salah satu ruangan di Gedung N Teknik Elektro kampus Telkom University Bandung.

Kiranya, apa yang disampaikan, dapat memberikan pengetahuan, wawasan dan inspirasi. Raspberry Pi bukan lagi sesuatu yang asing, namun menjadikannya sebagai “mainan” yang dapat di-aplikasikan di banyak ranah kebutuhan.

Memberkati anak bangsa melalui sentuhan teknologi.

 

Seminar Raspberry Pi, 12.11.2016

Raspberry Pi dan Input Analog

#!/usr/bin/env python

# Written by Limor "Ladyada" Fried for Adafruit Industries, (c) 2015
# This code is released into the public domain

import time
import os
import RPi.GPIO as GPIO

GPIO.setmode(GPIO.BCM)
DEBUG = 1

# read SPI data from MCP3008 chip, 8 possible adc's (0 thru 7)
def readadc(adcnum, clockpin, mosipin, misopin, cspin):
   if ((adcnum > 7) or (adcnum < 0)):
           return -1
   GPIO.output(cspin, True)

   GPIO.output(clockpin, False) 
   GPIO.output(cspin, False)  

   commandout = adcnum
   commandout |= 0x18 
   commandout <<= 3   
   for i in range(5):
     if (commandout & 0x80):
       GPIO.output(mosipin, True)
     else:
       GPIO.output(mosipin, False)
     commandout <<= 1
     GPIO.output(clockpin, True)
     GPIO.output(clockpin, False)

   adcout = 0
   # read in one empty bit, one null bit and 10 ADC bits
   for i in range(12):
     GPIO.output(clockpin, True)
     GPIO.output(clockpin, False)
     adcout <<= 1
     if (GPIO.input(misopin)):
       adcout |= 0x1

   GPIO.output(cspin, True)
   
   adcout >>= 1       
   return adcout

SPICLK = 18
SPIMISO = 23
SPIMOSI = 24
SPICS = 25

# set up the SPI interface pins
GPIO.setup(SPIMOSI, GPIO.OUT)
GPIO.setup(SPIMISO, GPIO.IN)
GPIO.setup(SPICLK, GPIO.OUT)
GPIO.setup(SPICS, GPIO.OUT)

# 10k trim pot connected to adc #0
potentiometer_adc = 0;

last_read = 0       
tolerance = 5       

while True:
  # we'll assume that the pot didn't move
  trim_pot_changed = False

  # read the analog pin
  trim_pot = readadc(potentiometer_adc, SPICLK, SPIMOSI, SPIMISO, SPICS)
  # how much has it changed since the last read?
  pot_adjust = abs(trim_pot - last_read)

  if DEBUG:
    print "trim_pot:", trim_pot
    print "pot_adjust:", pot_adjust
    print "last_read", last_read

  if ( pot_adjust > tolerance ):
    trim_pot_changed = True

  if DEBUG:
    print "trim_pot_changed", trim_pot_changed

  if ( trim_pot_changed ):
    set_volume = trim_pot / 10.24
    set_volume = round(set_volume)
    set_volume = int(set_volume)

    print 'Volume = {volume}%' .format(volume = set_volume)
    set_vol_cmd = 'sudo amixer cset numid=1 -- {volume}% > /dev/null' .format(volume = set_volume)
    os.system(set_vol_cmd)  # set volume

    if DEBUG:
      print "set_volume", set_volume
      print "tri_pot_changed", set_volume

    # save the potentiometer reading for the next loop
    last_read = trim_pot

  # hang out and do nothing for a half second
  time.sleep(0.5)

Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelatihan Raspberry Pi dan Aplikasinya, silahkan menghubungi NEXT SYSTEM Robotics Learning Center Bandung, (022) 4222062 atau WA 085102238024 atau email info dot nextsys.web.id.

Seminar Nasional Robotik, 24.09.2016