MicroPython dan Komputasi

Untuk sebagian besar proyek MicroPython—seperti membuat LED berkedip, membaca data sensor, atau mengendalikan layar berukuran kecil—Raspberry Pi Pico (RP2040), BlackPill STM32F411, ESP8266, dan ESP32 akan memberikan pengalaman yang relatif serupa. Perbedaannya mulai terasa ketika aplikasi melakukan komputasi yang lebih kompleks atau membutuhkan kemampuan pemrosesan numerik yang tinggi.

STM32F411 memiliki Floating Point Unit (FPU) berbasis perangkat keras, dan MicroPython dapat memanfaatkannya secara langsung. Akibatnya, perulangan (loop) yang menjalankan fungsi-fungsi matematika seperti math.sin() dan math.sqrt() dapat dieksekusi sekitar 40–50% lebih cepat pada BlackPill STM32F411 dibandingkan Raspberry Pi Pico. Untuk aplikasi seperti Digital Signal Processing (DSP), sensor fusion, atau algoritma yang melibatkan banyak perhitungan bilangan pecahan (floating-point), keunggulan ini memberikan peningkatan performa yang nyata.

Di sisi lain, ESP32 juga memiliki unit FPU sehingga mampu memberikan kinerja yang baik untuk operasi floating-point, meskipun performanya bergantung pada varian chip yang digunakan (misalnya ESP32, ESP32-S2, ESP32-S3, atau ESP32-C3) serta implementasi MicroPython yang dijalankan. Untuk sebagian besar aplikasi IoT yang memerlukan pemrosesan data sensor, filter digital, atau perhitungan matematis tingkat menengah, ESP32 menawarkan keseimbangan yang sangat baik antara performa komputasi, konektivitas Wi-Fi/Bluetooth, dan biaya.

Sebaliknya, ESP8266 tidak dilengkapi dengan FPU perangkat keras. Semua operasi floating-point dilakukan melalui perangkat lunak (software emulation), sehingga perhitungan matematika yang intensif akan berjalan lebih lambat dibandingkan STM32F411 maupun ESP32. Oleh karena itu, ESP8266 lebih cocok digunakan untuk aplikasi IoT sederhana, seperti pembacaan sensor, komunikasi jaringan, dan pengendalian perangkat, daripada aplikasi yang membutuhkan komputasi numerik secara intensif.

import math, time

start = time.ticks_ms()
for i in range(100000):
    x = math.sin(i * 0.001) + math.sqrt(i + 1)
elapsed = time.ticks_diff(time.ticks_ms(), start)
print(f"Elapsed: {elapsed} ms")
# STM32F411: ~180 ms
# RP2040: ~310 ms
# ESP8266 (NodeMCU): ~23937 ms
# ESP32 WROOM: ~3935 ms

Dengan menambahkan decorator @micropython.native dan menaikkan frekuensi clock menjadi 240 MHz (default: 160 MHz), performa komputasi ESP32 sedikit meningkat:

import math, time, machine
machine.freq(240000000) 

@micropython.native
def benchmark():
    start = time.ticks_ms()
    for i in range(100000):
        x = math.sin(i * 0.001) + math.sqrt(i + 1)
    elapsed = time.ticks_diff(time.ticks_ms(), start)
    print(f"Native Elapsed: {elapsed} ms")

benchmark()
# ESP32 WROOM: ~2700 ms

Firmware MicroPython pada ESP32 tidak langsung mengontrol perangkat keras secara mandiri. Di balik layar, terdapat sistem operasi FreeRTOS. MicroPython pada STM32 dan Pico berjalan langsung di atas silikon tanpa lapisan OS pihak ketiga yang kompleks.

Kuliah Pembekalan IPB University, 25.04.2026

Kuliah pembekalan kedua, bertajuk “Teknologi Robotik di Industri dan Implementasi Artificial Intelligence” diadakan secara daring pada hari Sabtu, 25 April 2026. Pertemuan yang berlangsung selama 150 menit tersebut dihadiri oleh 100+ mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, IPB University.

Terima kasih kepada Bapak Bayu Widodo, M.T. dan Ibu Dr. Inna Novianti (Ka Prodi) yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan.

Kuliah Pembekalan IPB University, 18.04.2026

Kuliah pembekalan secara daring yang diadakan oleh Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer – IPB University, dengan tajuk “Fundamental Embedded System and Internet of Things” diadakah pada hari Sabtu, 18 April 2026. Terima kasih kepada Bapak Bayu Widodo, M.T. dan Ibu Dr. Inna Novianti (Ka Prodi) yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan, dan kepada seluruh mahasiswa yang telah hadir mengikuti pembekalan ini.

Kuliah Umum – Magister Terapan Teknik Elektro, 16.04.2026

Hari Kamis, 16 April 2026, mendapat kehormatan untuk menjadi nara sumber di acara kuliah umum program studi Magister Terapan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Jakarta, secara daring. Adapun topik yang diangkat adalah “The Convergence Challenge: Mastering Industrial IoT, Cybersecurity, and Predictive Maintenance for Smart Manufacturing“.

 

Acara dibuka oleh Ibu Prof. Dr. Tatun Hayatun Nufus, M.Si., yang juga turut menyimak hingga akhir acara. Terima kasih kepada seluruh dosen yang berpartisipasi: Bapak Nana Sutarna, Ph.D., Ibu Dr. Prihatin Okvitasari, Ibu Dr. Dewi Yanti Liliana, dan Ibu Dr. Isdawimah, serta seluruh mahasiswa. Tidak lupa, saya haturkan terima kasih juga kepada moderator, Bapak Lingga Shuhada, M.Tr.T.

Artificial Intelligence of Things, 29.01.2026

Terima kasih Bapak Heri Cahyadi Setiawan, M.T., dan Ibu Agustina Tineke Morita Mingkid, M.Pd., dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, bidang Mesin dan Teknik Industri, yang telah bergabung dalam pertapaan Artificial Intelligence of Things, 26 – 29 Januari 2026. Kiranya bekal dan pengalaman yang diperoleh menjadi tenaga pendorong untuk percepatan peningkatan kompetensi.

Kunjungan Politeknik STMI Jakarta, 09.12.2025

Pada hari Selasa, 9 Desember 2025, saya menerima kunjungan Pembantu Direktur II, Bapak Ahlan Ismono, S.Kom., MMSI dari Politeknik STMI Jakarta (Kementerian Perindustrian).  Selama hampir 120 menit, kami berdialog secara intens mengenai perkembangan dan implementasi artificial intelligence (AI) di berbagai sektor industri, termasuk tren teknologi terbaru, tantangan adopsi AI di lingkungan pendidikan vokasi, hingga peluang kolaborasi untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan tenaga pengajar dalam bidang kecerdasan buatan.

 

Kuliah Umum IPB University, 03.12.2026

Perhelatan kuliah umum bertajuk:  Code, Wisdom & Future: Membangun Karakter Engineer di Era Disrupsi – Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Program Studi Rekayasa Teknologi Komputer, IPB University.

Walaupun acaranya sedikit mendadak, namun semuanya berjalan dengan baik dan luar biasa. Kalau sesi tanya jawab tidak “di-stop” oleh wasit, durasi acara bisa lebih dari 120 menit. Matur nuwun teman-teman  🙏

From Data to Intelligence, 17.11.2025 – 28.11.2025

Bangun kompetensi AI Anda dari dasar hingga penerapan nyata!

Program intensif berdurasi 5 atau 10 hari ini akan membawa Anda memahami perjalanan dari data hingga intelligence, melalui kombinasi teori, praktik, dan studi kasus aplikatif.

💡 Pelaksanaan: Tatap muka di NEXT SYSTEM Bandung
📅 17 – 28 November 2025 | ⏰ 09.30 – 15.30 WIB
👥 Kuota terbatas: Maks. 6 peserta per kelas

📩 Hubungi kami untuk pendaftaran & informasi lengkap!

#FromDataToIntelligence #AILearning #MachineLearning #DeepLearning #NEXTSYSTEM #PelatihanAI #TrainingBandung #ArtificialIntelligence

Kuliah Umum Quantum Computing, 15.09.2025

Senin, 15 September 2025, saya mendapat kesempatan berharga untuk hadir di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, memenuhi undangan dari Program Sarjana Teknik Elektro. Acara ini berupa kuliah umum dengan topik yang sedang hangat diperbincangkan dalam dunia teknologi: Quantum Computing.

Dr. Heri Andrianto, S.T., M.T., Ka Prodi Teknik Elektro menyampaikan kenang-kenangan.

Sejak awal, atmosfer ruang kuliah terasa penuh antusiasme. Mahasiswa dan dosen yang hadir mayoritas belum pernah bersentuhan langsung dengan konsep komputasi kuantum, namun rasa ingin tahu mereka begitu nyata. Inilah yang membuat saya semakin bersemangat menyampaikan materi—karena tidak ada yang lebih menyenangkan daripada menjelaskan sesuatu yang kompleks, lalu melihat wajah-wajah yang mulai “menangkap” esensinya.

Dalam kuliah tersebut, saya mengawali dengan sebuah ice breaker sederhana, membandingkan dunia komputasi klasik dengan dunia kuantum. Dari konsep dasar bit versus qubit, mahasiswa diajak masuk ke dunia yang mungkin awalnya terasa asing: keadaan superposisi, prinsip probabilistik, hingga bagaimana sebuah qubit fisik dibangun dari teknologi nyata seperti superkonduktor atau ion terperangkap.

Penjelasan tidak berhenti pada teori. Saya juga menampilkan beberapa ilustrasi visual—misalnya representasi qubit di Bloch sphere—dan memperlihatkan cuplikan kode sederhana. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gambaran abstrak, tetapi juga melihat bagaimana teori kuantum dapat diimplementasikan dalam bentuk simulasi komputasi nyata.

Selain membahas dasar-dasarnya, saya juga mengajak audiens untuk membayangkan potensi aplikasi. Quantum computing tidak hanya relevan untuk bidang teknik elektro, tetapi juga menyentuh ranah lain: optimasi sistem, keamanan informasi dengan kriptografi kuantum, pemodelan material baru, hingga percepatan riset di bidang farmasi. Harapannya, wawasan ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa perkembangan teknologi kuantum akan memiliki implikasi lintas disiplin, termasuk bagi mahasiswa elektro yang kelak berkarya di industri.

Menutup sesi, saya menekankan bahwa quantum computing bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti karena kerumitannya, melainkan sebuah kesempatan untuk terus belajar. Sama seperti revolusi digital yang dulu mengubah pola hidup dan pekerjaan, revolusi kuantum sedang mengetuk pintu. Dan generasi muda, termasuk para mahasiswa yang saya temui hari itu, memiliki peran penting dalam menyambutnya.

Kuliah umum ini bagi saya bukan hanya sebuah kegiatan akademik, tetapi juga pengalaman yang mengingatkan kembali betapa pentingnya membangun jembatan antara pengetahuan frontier dengan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Semoga benih rasa ingin tahu yang tumbuh hari itu bisa terus berkembang, menjadi motivasi untuk eksplorasi lebih jauh dalam dunia riset maupun inovasi teknologi.

Raspi Otomasi dan Modbus

Terima kasih kepada rekan-rekan dari Politeknik Manufaktur Bandung, Bapak Agus Kustiman, S.ST. dan Bapak Ade Hasan Sumarso, S.T., M.T., yang telah bergabung dalam pertapaan Raspberry Pi, Otomasi dan Aplikasi Modbus, di Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, 29 – 30 September 2025.