Tag: mikrokontroler

Brown-out Detection

Kebanyakan mikrokontroler memiliki rangkaian Brown-out Detection (BOD) di dalamnya, yang akan memantau tingkat tegangan catu selama chip beroperasi. Rangkaian BOD adalah sebuah komparator, yang membandingkan tegangan catu terhadap level trigger yang tetap. Rangkaian di atas menjelaskan rangkaian detektor brown out. Di pasaran terdapat IC khusus yang akan memberikan waktu tunda dan histerisis karena normalisasi tegangan …

Continue reading

Memrogram Fuse Bits pada ATmega8535

Bagian ini bukan untuk pemula dan  harus diperhatikan dengan baik sehingga tidak menimbulkan “bencana” ketika menyentuhnya. Disebut “bencana” karena tidak sedikit pengguna, setelah “menyentuh” bagian ini, chip mikrokontroler-nya menjadi “pingsan” alias tidak berfungsi. Mengingat resikonya cukup tinggi, maka biasanya, di dalam kelas pelatihan, kami selalu memberikan peringatan untuk tidak menyentuh bagian ini, sebelum benar-benar memahaminya. …

Continue reading

Semangat Luar Biasa dalam Belajar Mikrokontroler!

Kurang lebih satu tahun lalu, dalam satu kloter pelatihan mikrokontroler AVR yang saya pimpin, ada satu peserta yang menelepon agar partisipasinya dapat ditunda. Yang menghubungi kantor saat itu adalah istri ybs, dan menyebutkan bahwa suaminya mengidap kanker usus stadium IV, dan kondisinya tengah anfal. Namun, dia sangat bersemangat dan ingin sekali ikut pelatihan mikrokontroler tsb. …

Continue reading

Mikrokontroler Turunan

Saat ini, begitu banyak pengembang mengembangkan turunan dari mikrokontroler yang ada, untuk tujuan kemudahan dalam penggunaan. Pola yang digunakan dalam “menciptakan” mikrokontroler turunan ini umumnya sama, yaitu menanam sebuah firmware khusus sehingga bisa bekerjasama dengan development tool berupa IDE – Integrated Development Environment dan compiler, yang dikembangkan bersamaan, agar saling mendukung. Jadi, pengembangannya dilakukan di …

Continue reading

RFID – Radio Frequency Identification

Radio Frequency Identification (RFID) adalah terminologi umum untuk teknologi non kontak yang menggunakan gelombang radio untuk meng-identifikasi orang atau objek secara otomatis. Ada sejumlah metoda identifikasi, namun yang paling umum adalah menyimpan nomor seri yang unik yang meng-identifikasi orang atau objek, dalam sebuah microchip yang dihubungkan dengan sebuah antena. Kombinasi antena dan microchip disebut RFID …

Continue reading

Mengakses EEPROM pada Mikrokontroler AVR

Meng-akses EEPROM internal AVR dilakukan dengan menggunakan global variable, diawali dengan atribut memori eeprom atau __eeprom. /* Nilai 1 disimpan dalam EEPROM saat chip programming */ eeprom int alfa = 1; eeprom char beta; eeprom long array1[5]; /* Sebuah string disimpan dalam EEPROM selama chip programming */ eeprom char string[]=”Hello”; void main(void) { int i; …

Continue reading

Menggunakan PID pada Robot Line Follower

Ingin membuat robot yang dapat mengikuti garis? Dengan kecepatan rendah, prosesnya cukup mudah. Jika sensor membaca arah pergerakan ke kiri, arah robot digerakkan ke kanan, demikian sebaliknya. Proses ini memiliki batasan terutama ketika kecepatan dinaikkan dan bentuk lintasan yang berkelok-kelok. Untuk kasus demikian, umumnya digunakan pengendali PID. PID singkatan dari Proportional, Integral, Derivative. Pengendali PID …

Continue reading

Line Sensor pada Line Follower

Pada aplikasi Robot Line Follower, ada sejumlah pilihan line sensor yang dapat digunakan. Yang paling sederhana menggunakan LDR, dengan menggunakan prinsip pembagi tegangan. Tipikal, LDR memiliki resistansi sekitar 1 M dalam keadaan gelap gulita, dan memiliki resistansi di bawah 1 K dalam keadaan terang benderang. Namun, LDR memiliki respons yang agak lambat, sehingga untuk line …

Continue reading

Memrogram Mikrokontroler AVR

AVR memiliki dua mode pemrograman: Parallel Programming Mode (Parallel Mode) dan Serial Downloading Mode (ISP mode). Pada Parallel Mode, divais yang akan diprogram ditempatkan pada soket pemrograman dan diperlukan tegangan 12V pada pin RESET. Komunikasi antara programmer dan divais dilakukan dengan perintah pemrograman secara paralel. Kecepatan pemrograman dua kali lebih cepat dibanding ISP Mode. Cara …

Continue reading

Sensor Temperatur LM35

LM35 dari National Semiconductor adalah sebuah sensor temperatur centigrade presisi, yang memiliki tegangan output analog. Memiliki jangkauan pengukuran -55ºC hingga +150ºC dengan akurasi ±0.5ºC. Tegangan output adalah 10mV/ºC. Tegangan output dapat langsung dihubungkan dengan salah satu port mikrokontroler yang memiliki kemampuan ADC, misalnya ATmega8535. ADC pada ATmega8535 memiliki resolusi 10-bit, yang dapat memberikan keluaran 2^10 …

Continue reading