Author's posts

Menggunakan PID pada Robot Line Follower

Ingin membuat robot yang dapat mengikuti garis? Dengan kecepatan rendah, prosesnya cukup mudah. Jika sensor membaca arah pergerakan ke kiri, arah robot digerakkan ke kanan, demikian sebaliknya. Proses ini memiliki batasan terutama ketika kecepatan dinaikkan dan bentuk lintasan yang berkelok-kelok. Untuk kasus demikian, umumnya digunakan pengendali PID. PID singkatan dari Proportional, Integral, Derivative. Pengendali PID …

Continue reading

Line Sensor pada Line Follower

Pada aplikasi Robot Line Follower, ada sejumlah pilihan line sensor yang dapat digunakan. Yang paling sederhana menggunakan LDR, dengan menggunakan prinsip pembagi tegangan. Tipikal, LDR memiliki resistansi sekitar 1 M dalam keadaan gelap gulita, dan memiliki resistansi di bawah 1 K dalam keadaan terang benderang. Namun, LDR memiliki respons yang agak lambat, sehingga untuk line …

Continue reading

Memrogram Mikrokontroler AVR

AVR memiliki dua mode pemrograman: Parallel Programming Mode (Parallel Mode) dan Serial Downloading Mode (ISP mode). Pada Parallel Mode, divais yang akan diprogram ditempatkan pada soket pemrograman dan diperlukan tegangan 12V pada pin RESET. Komunikasi antara programmer dan divais dilakukan dengan perintah pemrograman secara paralel. Kecepatan pemrograman dua kali lebih cepat dibanding ISP Mode. Cara …

Continue reading

Sensor Temperatur LM35

LM35 dari National Semiconductor adalah sebuah sensor temperatur centigrade presisi, yang memiliki tegangan output analog. Memiliki jangkauan pengukuran -55ºC hingga +150ºC dengan akurasi ±0.5ºC. Tegangan output adalah 10mV/ºC. Tegangan output dapat langsung dihubungkan dengan salah satu port mikrokontroler yang memiliki kemampuan ADC, misalnya ATmega8535. ADC pada ATmega8535 memiliki resolusi 10-bit, yang dapat memberikan keluaran 2^10 …

Continue reading

Pemrograman Mikrokontroler PIC dengan Bahasa C

Mikrokontroler PIC 16F877 merupakan salah satu produk dari Microchip yang sangat populer. Hadir dalam beberapa kemasan, namun yang umum beredar di pasaran umum adalah PDIP 40. Mikrokontroler ini memiliki flash 8kB, 33 buah port I/O, 8 kanal ADC dan 2 kanal PWM; sehingga cukup ideal untuk diterapkan dalam aplikasi robotika. Ada sejumlah compiler bahasa tingkat …

Continue reading

Pemrograman Mikrokontroler dengan Bahasa C

Kembali ke era kegelapan dari mikroprosesor, dimana pengembangan software dilakukan secara eksklusif dengan bahasa assembly yang spesifik dari divais tertentu. Bahasa assembly ini menggunakan mnemonic sebagai pengganti dari kode numerik bahasa mesin. Untuk menuliskan 0x12 0x07 0xA4 0x8F yang akan memerintahkan chip untuk memasukkan sebuah nilai ke sebuah lokasi memori, kita dapat menuliskannya demikian dengan …

Continue reading

Sensor Cahaya

Sejumlah divais elektronik sederhana dapat digunakan sebagai “mata” pada robot. Photoresistor atau sel CdS (cadmium-sulfide) Sel CdS memiliki resistansi yang nilainya bergantung pada cahaya yang diterimanya. Bila tidak ada cahaya yang mengenainya, resistansi-nya sangat tinggi, sementara ketika dikenai cahaya, nilai resistansi-nya turun. Sel CdS sangat mudah dihubungkan dengan komponen elektronik lainnya, namun yang harus diperhatikan, …

Continue reading

Mikrokontroler AVR Seri Tiny

AVR Tiny merupakan mikrokontroler yang mengesankan dan ekonomis. Secara fisik cukup kecil, namun di dalamnya tidak demikian. AVR Tiny mengusung arsitektur AVR RISC yang kompatibel dengan semua mikrokontroler AVR. Mereka memiliki In System Programming (ISP), Flash Memory, Internal EEPROM dan RAM, Timer, Interupsi, Analog Comparator, ADC dan yang lainnya. Berikut adalah beberapa anggota keluarga ATtiny, …

Continue reading

Menggunakan Perintah RCTIME pada PBASIC

Dalam PBASIC, perintah RCTIME dapat digunakan untuk mengukur waktu charge dan discharge dari sebuah rangkaian resistor / kapasitor. Untuk mengukur resistansi dan kapasitansi, gunakan sensor resistif atau kapasitif seperti thermistor atau sensor kelembaban kapasitif atau potensiometer. Dalam penginderaan yang lebih luas, RCTIME dapat berfungsi sebagai stopwatch yang presisi untuk kejadian yang berdurasi sangat pendek. Ketika …

Continue reading

Menggunakan PWM pada ATmega8535

Kebanyakan mikrokontroler AVR memiliki kanal PWM di dalam chip-nya. Fasilitas ini membuat penggunaan PWM menjadi lebih sederhana dan lebih akurat. Timer atau Counter dalam AVR dapat digunakan dalam modus PWM tanpa mengganggu fungsi dasar timer. Timer1 dapat di-konfigurasi dalam modus PWM dengan men-setting bit PWM11 dan PWM10 dalam register TCCR1A. PWM11 PWM10 Description 0 0 …

Continue reading