Buku From Bandung For The World

Buku “catatan sejarah” prestasi anak Bandung yang ditulis oleh Rini Rosliany, Yatti Chahyati dan Nur Yani, merupakan rekapitulasi dari tulisan prestasi anak Bandung yang mereka tulis selama kurun waktu 2 tahun terakhir di sejumlah media cetak di kota Bandung.

Robot Green Bird dan NS.One yang ketika itu “baru lahir”, menjadi bagian dari buku ini. Rencananya, buku bunga rampai, yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2013, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemkot Bandung dan DPRD Tk II Kota Bandung ini, akan dibagikan ke seluruh sekolah di kota Bandung; dan diharapkan dapat meng-inspirasi, me-motivasi dan memberkati anak Bandung pada khususnya dan anak bangsa pada umumnya.

Selamat dan teruslah berkarya, untuk para srikandi balad seperjuangan : Rinny Rosliany, Yatti Chahyati dan Nur Yani, yang telah menyusun buku ini.

Buku Membuat Robot Greenbird

Buku ini ditulis oleh Christianto Tjahyadi dan Michelle Emmanuella Tjahyadi, keduanya dari Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung, untuk mengisi satu segmen pembelajaran robotik. Mengangkat kisah seorang anak remaja putri yang curious dalam meng-eksplorasi bidang robotik, di bawah bimbingan seorang guru yang ber-dedikasi dan berpengalaman.

Penulis mencoba menyampaikan pesan pembelajaran melalui cara lain, cara yang berbeda, cara yang lebih “ramah” dan santai; dengan harapan, dapat di-konsumsi oleh kalangan yang lebih luas.

Isi Buku

Buku yang memang ditargetkan untuk dikonsumsi oleh semua kalangan ini, terdiri dari 4 tema:

  • Say Hello to Microcontroller!

Berkisah tentang seorang remaja putri yang curious, Lucy, yang mendapat semangat dan inspirasi dari seorang guru ber-dedikasi, Pak Wijaya. Beliau yang memperkenalkan mikrokontroler kepada Lucy, dan membuatnya penasaran untuk terus mengoprek. Hasil oprekannya tidak selalu berhasil, sebagaimana seorang pemula. Namun seiring dengan perjalanan waktu, pengalaman pun berbicara. Lucy lebih apik dan teliti dalam menyusun program, sehingga bisa berteriak, “Eureka!”

  • Brumm .. Brumm … Ready for Magic Wheels!

Mainan yang dapat bergerak selalu menarik perhatian, apalagi pergerakannya dikendalikan dengan piranti cerdas yang dapat diprogram. Dengan demikian, setiap langkah pergerakan dapat diatur dan disusun sesuai dgn skenario yang kita buat. Lucy semakin antusias ketika masuk dalam konteks ini. Pikirannya pun melayang, memimpikan banyak hal untuk diwujudkan. Ungkapan kegembiraan pun kerap ditunjukkan, sebagaimana seorang remaja yang energik dan curios.

  • Hmm .. Sensing Something …

Untuk membuat perangkat cerdas, perlu sejumlah piranti pengindera, sehingga unit pemroses informasi, dapat memerintahkan sebuah aksi sesuai dengan masukan yang diterimanya. Pak Wijaya dengan sabar mengarahkan bagaimana sistem bisa merespon apa yang terjadi di sekitarnya. Mungkin materi ini agak berat untuk Lucy, namun dengan berbagai analogi dan contoh yang diberikan, akhirnya, Lucy pun bisa mengalahkan ketidaktahuannya. Pikirannya pun semakin melayang jauh, mencoba menggapai impian membuat sebuah Robot Green Bird!

  • Green Bird … Go! Go! Go!!

Akhirnya, bak pendaki gunung yang mencapai puncak, Lucy pun tak bisa menahan diri untuk meluapkan rasa gembiranya, ketika Robot Green Bird yang dibuatnya, me-respons setiap perintah yang diberikannya, baik melalui piranti remote control, maupun melalui program secara langsung. Lucy pun menyadari bahwa pencapaiannya adalah buah dari ketekunan dan semangat, serta motivasi dan inspirasi yang diberikan oleh Pak Wijaya, guru favorit-nya. Siapa pun bisa mencapai “puncak gunung” tersebut, karena setiap kita memiliki talenta dan potensi.

Selamat menikmati petualangan Lucy dan mendapatkan inspirasi darinya, dengan membaca tuntas buku Membuat Robot Green Bird.

Dari Penerbit

Kesan membuat robot itu sulit dan mahal memang masih ada dipikiran sebagai masyarakat. Uniknya, minat masyarakat menekuni robot pun terus tumbuh. Berbagai kontes dan perlombaan bermunculan, bak jamur di musim hujan.

Pesertanya pun dituntut untuk menciptakan robot dengan desain yang unik dan menarik.Agar mudah dipahami, buku ini disajikan dalam bentuk cerita yang menggabungkan unsur fiksi dan teknis, dengan Lucy dan Pak Wijaya sebagai tokoh utamanya.

Dimulai dari pengenalan mikrokontroler dalam bentuk modul, memprogram mikrokontroler untuk sebuah aplikasi pemula yang sederhana, berlanjut dengan dasar-dasar robotik dan penggunaan sensor, dan kemudian berlabuh pada aplikasi Robot Green Bird. Dilengkapi dengan berbagai CD program dan video pembuatan Robot Green Bird, buku ini akan menjadi sumber inspirasi dalam membuat makhluk canggih tersebut. So, buruan miliki buku ini. Jadilah penemu robot canggih..!

Cara Mendapatkannya

Buku ini dapat diperoleh di toko-toko buku Gramedia dan yang lainnya, atau secara online. Dapat juga menghubungi NEXT SYSTEM di alamat email : info@nextsys.web.id atau telepon (022) 4222062.

Testimoni

  • “Secara umum, bacaan dapat dimengerti. Cocok utk anak muda yg gemar dgn perkembangan Teknologi Informasi. Menggunakan gaya komik, menyenangkan untuk dibaca.” — Pendapat dari seorang penulis buku pendidikan (kandidat Doktor Ilmu Pendidikan), 28 Oktober 2013.
  • “Ini suatu terobosan yang bagus di dunia robotik. Khususnya untuk mengenalkan pada anak2. Saya sangat mendukung!” — Pendapat seorang praktisi robotik dan penulis beberapa buku robotik, 1 November 2013.
  • “Buku yg sangat memberkati. Isinya sangat terstruktur dan mudah dimengerti, saya sangat merekomendasikan sebagai buku wajib untuk semua orang termasuk anak2 yang tertarik dengan pengenalan dunia robotik.” — Pendapat seorang pembaca melalui Facebook, 3 November 2013.
  • “Buku ini sangat bagus dan menarik untuk dibaca! Saya sudah 20 tahun lebih tidak menekuni dunia mikrokontroler, dan setelah membacanya, menjadi bersemangat untuk kembali mengoprek.” — Pendapat orang tua siswa satu sekolah favorit di kota Bandung, 5 November 2013.

 

Kompetisi Robot Tak Diikuti Pengembangan Inovasi Terapan

Kamis, 11 Jul 2013 19:30:05 | Iptek

Antarajawabarat.com, 11/7 – Kompetisi robot yang digelar di Indonesia masih belum banyak yang berbasis inovasi terapan yang diproduksi massal di dalam mendukung aktivitas masyarakat.”Persoalannya robot juara, karya nyatanya di industri itu putus. Karena konteksnya adalah hanya robot kompetisi,” kata Direktur Utama NEXT SYSTEM Christianto Tjahjadi di Bandung, Kamis.Belum lama ini pameran robot International Conference on Biodiversity Climate Change and Food Security digelar di Bandung, namun menurut dia lomba robot berbasis inovasi masih jarang diselenggarakan.

“Sayangnya, di Indonesia yang namanya lomba robot sangat jarang yang berbasis inovasi terapan,” katanya.

Ia sangat menyayangkan robot yang ikut kompetisi tidak lantas berkembang untuk terus diproduksi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selain membuat berbagai karya robot, Next System juga memberikan efek positif bagi para peserta yang tergabung di dalamnya.

“Dampak positifnya banyak, logika berpikir jelas, kreatifitas juga tumbuh, lalu karena bentuknya komunitas, maka ada simpati dan empati,” katanya.

Christianto menunjukkan bahwa dengan berkreasi di bidang robotika misalnya dapat memberikan prestasi nyata bagi siapapun yang menekuninya.

Padepokan robot yang berlokasi di Bandung tersebut tidak hanya menghasilkan robot-robot yang menarik, tetapi juga membangun SDM yang berkualitas.

“Sekarang kami lebih fokus ke bagaimana mereka bisa berkreasi, berinovasi, lalu bisa membangun diri,” kata Christianto menambahkan.***3***

Rizki Pratama

Sumber: ANTARA Jawa Barat News

Siram Padi Masa Depan Pake Robot Penyiram

RIZKI DWI/RADAR BANDUNG ROBOT CERDAS: Michelle Emmanuela (Kiri) dan Jocelyn Olivia (Kanan) sedang memperhatikan karyanya.

Di masa depan pekerjaan petani akan lebih ringan, bahkan untuk menyiram tanaman atau padi disawahnya cukup dengan memencet tombol On saja, maka robot yang akan mengerjakan tugas berat para petani. Hal tersebut menjadi ide awal dua siswi yang tergabung dalam Padepokan Robot Bandung.

Hilmi/ Radar Bandung

Michelle Emmanuela dan Jocelyn Ovilia tanpa ragu langsung memperlihatkan kelihaian robotnya, “Tugasnya cukup mudah yakni menyiram tanaman, dan juga tugas pertanian lainnya. Namanya Robot Penyiram Tanaman,” ujar Michelle yang ditemui di stand robotnya.

Ia yang tergabung dalam Padepokan Robot Bandung menjadi salah satu peserta dalam Pameran Robot yang merupakan rangkaian acara dalam Internasional Conference on Biodiversity, Climate Change and Food Security pada 2-4 Juli 2013 di  Hotel Grand Royal Panghegar.

Pameran robot itu sendiri terdiri dari 6 stand yang diisi dari ITB (Institut Teknologi Bandung), STMIK Bandung, Universitas Kristen Maranatha, UNIKOM dan dari Padepokan Robot Bandung.

Sementara Michelle Emmanuela dan Jocelyn Ovilia merupakan salah satu pengisi stand pameran robot dari Padepokan Robot Bandung.

“Cara kerja robot ini adalah ketika dioperasikan robot tersebut akan mengikuti garis sebagai rute robot akan berjalan kemana. Jadi robot akan berjalan sesuai dengan garis rute yang ditentukan. Sedangkan robot juga akan mendeteksi tanah kemudian menyiramnya pada tanah yang terdeteksi kering. Jika robot mendapati  tanah yang basah maka robot tersebut akan melewatinya saja dan tidak akan menyiramnya,” tutur Jocelyn.

Ide pembuatan robot ini dikatakan Michelle yaitu dari mobil penyiram tanaman yang tidak bisa memilih dan memilah tanah yang akan disiram kecuali dengan kendali manusia.

Robot ini diciptakan Michelle dan Jocelyn dalam waktu yang sangat singkat yaitu satu minggu, sekitar lima sampai enam hari. Pada tahun sebelumnya keduanya juga telah menciptakan sebuah robot yang bernama Green Bird. Robot yang mereka ciptakan atas sebuah ide berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat yaitu banyaknya korban meninggal akibat bencana tidak terduga.

“Robot Green Bird pendeteksi gas beracun yang biasanya tidak terlihat dan hampir atau tidak tercium oleh manusia. Misalnya bau gas di rumah tangga yang tidak terlihat dan kadang tidak ketahuan bau gasnya. Hal ini tentunya sebagai antisipasi bencana kebakaran atau keracunan gas beracun. robot akan mengeluarkan bunyi sebagai tandanya,” tuturnya.

Keduanya masuk dan mulai tertarik terhadap robot sejak usia sekolah dasar. Robot itu asik dan penuh pertualangan. “Kita berpetualangan melalui ide yang akan kita ciptakan dalam sebuah robot, misalnya dalam menciptakan sebuah konstruksi yang menarik dan sesuai dengan ide fungsi robot tersebut nantinya. Kita akan merasa sangat senang apalagi kalau robotnya  sudah jadi secara utuh,” ungkap mereka.(*)

Robot penyiram tanaman dari Michelle dan Jocelyn

Rabu, 3 Juli 2013 20:59 WIB

Bandung (ANTARA News) – Dua gadis dari Padepokan Robot Bandung, Michelle Emmanuela Tjahyadi dan Jocelyn Olivia Tjahyadi, mengenalkan robot penyiram tanaman lengkap dengan pengaturan kelembaban otomatis.

“Robot ini akan menyiram bunga dengan otomatis dengan pengaturan tingkat kelembaban yang dapat disesuaikan,” kata Michelle di sela-sela pameran robot di Grand Hotel Panghegar Kota Bandung, Rabu.

Robot penyiram tanaman itu merupakan salah satu dari sejumlah robot yang dipamerkan pada acara konferensi internasional keragaman hayati, perubahan iklim dan ketahanan pangan (International Conference on Biodiviersity, Climate Change, and Food Security).

Piranti yang dinamakan robot penyiraman tanaman karena dapat mengecek kelembaban tanah, sehingga dapat menyiram sesuai dengan kondisi kelembaban tanah tersebut.

Dengan mengadopsi teknik pelacak lintas (line tracker), maka robot dapat bergerak secara konsisten mengikuti alur di lahan pertanian.

“Robot ini akan berjalan mengikuti alur, dan saat mendeteksi tanah yang kering, robot ini akan menyiramnya,” kata Michelle.

Selain robot yang dibuat oleh padepokan robot Bandung, maka ada sejumlah robot lain yang dipamerkan di hotel Grand Panghegar mulai dari tanggal 2 Juli 2013.

Salah satunya robot dari Universitas Maranatha yang berupa pesawat untuk membantu petani dalam memantau areal pertaniannya.

“Pesawat ini bisa membantu petani dalam menjangkau area pertanian dengan adanya kamera streaming yang langsung dihubungkan dengan laptop,” kata Andi Pramana Tarigan, tim Robot Univeritas Maranatha.

Ia menjelaskan, dengan adanya kamera yang dipasangkan dalam pesawat tersebut, maka robot bisa memberikan sensor dalam mengukur suhu, kualitas udara, dan kelembabannya.

“Nantinya pesawat tersebut bisa memberikan sensor untuk mengukur suhu, kualitas udara, dan kelembaban tanah,” katanya.

Pameran itu memperlihatkan pula robot hasil karya mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB), UNIKOM, dan STMIK Bandung. (*)

Editor: Priyambodo RH

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/383379/robot-penyiram-tanaman-dari-michelle-dan-jocelyn

Robot-robot Pertanian Karya Mahasiswa Mejeng di Bandung

Avitia Nurmatari – detikfinance

Selasa, 02/07/2013 15:23 WIB

Bandung – Teknologi robot bisa memudahkan dan memberi manfaat lebih bagi kehidupan manusia. Salah satu pemanfaatan teknologi robot juga bisa diterapkan di sektor pertanian.

Pengembangan teknologi robot tersebut dipamerkan dalam rangkaian acara International Conference on Biodiversity Climate Change and Food Security di Grand Hotel Panghegar, Jalan Merdeka, Selasa (2/7/2013).

Pada stand pameran bertajuk ‘Robot for Agriculture’ tersebut dipamerkan sejumlah karya robot seperti alat penyemai benih, robot pemberi pupuk, robot penyiram tanaman, hingga pesawat pemantau lahan persawahan.

Menurut Managing Director dari Next System, Christianto Tjahyadi mengatakan, ide awal pengembangan robot for agriculture ini tujuannya untuk mengaplikasikan teknologi sebagai salah satu solusi memecahkan masalah pertanian. Diharapkan dengan menggunakan teknologi robot, bisa mengefisiensi kegiatan industri pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan.

“Departemen pertanian ingin memiliki suatu solusi teknologi untuk pertanian. Kami sebagai mitra teknis turut membantu untuk menyeleksi dan memantau tim yang ikut bergabung dalam eksibisi ini,” kata Christ selaku mitra teknis Departemen Pertanian dalam pengembangan robot for agriculture.

Pameran robot ini diikuti oleh empat kampus yakni Maranatha, STMIK Bandung, Unikom, ITB, dan satu komunitas robot yakni Padepokan Robot Bandung. Setiap tim memiliki konsep robot sendiri namuan harus memiliki manfaat yang nyata untuk diimplementasikan pada industri pertanian.

“Karena konsep robotik itu walaupun sederhana tapi berguna. Jadi ide nggak harus muluk tapi bisa diimplementasikan,” ujarnya.

Gagasan-gagasan dari peserta tersebut, lanjut Christ memang baru sebatas model awal dan belum dibuat seperti nyata karena keterbatasan waktu.

“Ke depan diharapkan ada tindak lanjut yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya. Biasanya kan selama ini terbentur dana, tapi melihat situasi ini semoga Deptan menyediakan pos tersendiri untuk pengembangan robot for agriculture ini,” tutupnya.

(avi/hen)

Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/07/02/152333/2290321/1036/robot-robot-pertanian-karya-mahasiswa-mejeng-di-bandung

Silaturahmi Tim Robot Teksdung STMIK Bandung

Usai mengikuti perhelatan Kontes Robot Indonesia 2013 Regional Dua, 10-11 Mei 2013, di Politeknik Negeri Jakarta, tim robot Teksdung dari STMIK Bandung, melakukan kunjungan silaturahmi ke Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung, Senin, 13 Mei 2013.

Tim dari kampus di kawasan Surapati Bandung ini membuat kejutan, karena sebagai tim debutan, yang baru dibentuk beberapa bulan lalu, mampu menempatkan diri di posisi dua, dari 26 tim robot yang berlaga pada kategori Robot Pemadam Api Beroda. Dengan demikian, tim robot Teksdung mendapat satu tempat di laga nasional, yang akan digelar di awal Juni 2013 di Semarang.

Terima kasih untuk kepercayaan yang diberikan kepada Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung.

Duo Srikandi Robot di Tabloid Wanita Indonesia

Michelle Emmanuella Tjahyadi (16 tahun) dan Jocelyn Olivia Tjahyadi (14 tahun), dengan Robot Green Bird yang mereka kembangkan sejak tahun 2011 di Padepokan Robot NEXT SYSTEM Bandung. Walaupun baru pada tahapan prototype, namun pengembangan yang terus dilakukan, perlahan namun pasti, Green Bird semakin lengkap dan cerdas.

Tabloid Wanita Indonesia edisi Hari Kartini.

 

Seminar Hacking Arduino

Seminar Hacking Arduino yang diadakan Hima Sistem Komputer Universitas Kristen Maranatha Bandung, berlangsung pada hari Sabtu, 20 April 2013, pk 09.00 – 12.00, bertempat di Ruang Paulus, Gedung GAP Lantai IV.

Acara seminar yang dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Bandung dan luar Bandung, berlangsung antusias.

 

Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Jurusan Sistem Komputer dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha.

Dalam seminar yang berdurasi 2.5 jam ini pemateri memulainya dengan penjelasan mengenai apa itu Arduino dan arsitektur yang menjadi fondasinya, baik hardware maupun software. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai bagian-bagian dari sistem yang dapat di-hack untuk mendapatkan ukuran program yang lebih kecil serta kinerja yang lebih baik. Materi terakhir yang disampaikan pemateri adalah sejumlah tips & tricks, khususnya dalam ranah multitasking, untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki mikrokontroler, khususnya AVR.

Kiranya, materi yang disampaikan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru, bahwa ada cara-cara yang luar biasa yang bisa dilakukan, untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Bukan lagi sekedar pengguna Arduino biasa, namun mampu melakukan terobosan yang memberikan keunggulan.

Ketika demo, kami menggunakan platform NS.One, arduino cloning yang dikembangkan oleh tim riset Padepokan NEXT SYSTEM Bandung.

Tim NSOne Juara KROMA 2012

Di perhelatan Kontes Robot tingkat nasional yang digelar Universitas Kristen Maranatha, Bandung, tim robot NSOne dari Padepokan NEXT SYSTEM Bandung, menyabet peringkat pertama untuk kategori SMP. Tim meraih nilai sempurna, dengan catatan waktu terbaik dalam menyelesaikan masalah, di empat sesi lomba!

Jocelyn Olivia Tjahyadi, puteri penulis, dan rekannya, Christabel Dorothy, bersama sertifikat dan trophy juara, serta Robot NSOne yang digunakan saat lomba. Saat ini, keduanya duduk di kelas 9 SMPK 1 Penabur Bandung.

Sebuah pencapaian yang luar biasa, mengingat persiapan yang cukup terbatas, di tengah kesibukan kegiatan akademik di sekolah.

Bagi Jocelyn Olivia Tjahyadi, ini adalah prestasi kedua, setelah di tahun 2010, saat masih duduk di kelas 7 SMP, meraih peringkat pertama kategori SMP di lomba yang sama, Kontes Robot Maranatha 2010.

Selamat, yah!