Seminar I.T. Camp Bina Sarana Informatika #2

IT Camp term kedua, yang merupakan agenda tahunan dari kampus Bina Sarana Informatika Jakarta, digelar 8 Juli 2012, dengan mengambil tempat di Wisma YPB Cipanas Puncak.

Sesi robotika, yang diisi dengan seminar robotika yang mengusung tema – Rancang Kendali Robot Cerdas, berlangsung dari pk 09.00 – 11.30 WIB, dan dihadiri oleh sekira 200 mahasiswa semester IV dan sejumlah dosen.

Seminar I.T. Camp Bina Sarana Informatika

IT Camp adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Bina Sarana Informatika, untuk membekali mahasiswa semester IV, dengan hal-hal yang bersifat praktis dan inspiratif. Tahun ini diadakan di lokasi yang sama di Cipanas, 22 Mei 2012.

Materi yang dibawakan dalam kesempatan kali inipun, secara umum, tidak berbeda dengan tahun sebelumnya, karena target dari panitia pun tidak berubah. Namun demikian, komitmen adalah komitmen. Komitmen diri adalah, selalu menambahkan hal-hal baru dalam setiap seminar.

Di awal sesi, ditunjukkan demo robot maze solver, yang mampu membuat peta dan memilih rute terpendek. Ini merupakan ice breaker untuk melihat kecerdasan sebuah robot.

Animo mahasiswa dalam sesi kali ini cukup meningkat. Acara yang dihadiri sekitar 300 mahasiswa + dosen ini berlangsung selama 120 menit.

Seminar Esensi Robotika Universitas Budi Luhur

Selasa, 15 Mei 2012, diundang oleh panitia Budi Luhur ICT Festival untuk mengisi sesi seminar robotika yang mengusung topik – Esensi Robotika : Rancang Bangun dan Implementasinya. Slot waktu yang diberikan cukup menantang, yakni pk 13.00 – 16.00 wib. Perlu energi ekstra untuk membawakan materi teknis di waktu istirahat “tidur siang”.

Acara seminar dihadiri sekitar 300 peserta, terdiri dari dosen, mahasiswa dan pelajar. Yang membuat surprise adalah kehadiran Dekan Fakultas Teknologi Informasi beserta seluruh Ka Prodi, dan mengikuti acara seminar dari awal hingga akhir. Terima kasih untuk atensi yang diberikan, Pak 🙂

Seminar diakhiri dengan demonstrasi robot maze solving, yang mampu mengingat peta yang telah dibuatnya. Demonstrasi ini mengundang pertanyaan dari peserta seminar, “Koq, bisa seperti itu?” 🙂

Terima kasih untuk Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur yang telah memberikan kepercayaan, dan kiranya, seluruh materi yang dibagikan, bisa memberkati, memberikan pengetahuan dan pengalaman serta meng-inspirasi setiap mereka yang hadir.

Seminar Pembentukan Mental Kerja Melalui Daya Nalar Robotika

Kamis, 5 April 2012, Politeknik LP3I Bandung, mengundang saya untuk menjadi nara sumber dalam seminar wajib untuk mahasiswa program studi manajemen informatika. Mengambil tempat di aula Hotel Augusta, Jl. Surapati, Bandung, acara yang berlangsung pk 08.00 – 12.00 wib tersebut dihadiri sekitar 300 mahasiswa.

Acara dibuka oleh Direktur Politeknik LP3I Bandung, Bapak Ir. Adriza, M.Si.

Waktu 120 menit yang dialokasikan panitia hampir bablas bila tidak diingatkan oleh moderator. Dengan keterbatasan waktu, dengan berat hati, jumlah pertanyaan pun terpaksa dibatasi.

Di akhir acara, Ka Prodi MI – Bpk. Drs. Arief Muljadi, M.Sc. menyerahkan kenang-kenangan 🙂

Terima kasih kepada Prodi Manajemen Informatika Politeknik LP3I Bandung untuk kepercayaan yang diberikan.

Seminar Mikrokontroler AVR World Robotic Explorer

Seminar “Mikrokontroler AVR : Pemrograman dan Aplikasinya” yang diadakan di WRE, Thamrin City Lt.2 Jakarta, Sabtu, 17 Maret 2012, berlangsung dengan baik dan lancar. Peserta, yang mayoritas dari kalangan mahasiswa dan guru, mengikuti sesi demi sesi dengan antusias.

Seminar yang berlangsung dari pk 09.30 – 15.30 wib, masih menyisakan sejumlah materi, yang terpaksa “dipotong” karena waktu yang dialokasikan tidak cukup. Saya, sebagai pembicara tunggal, pun harus bergegas ke stasiun Gambir, karena sudah ditunggu kereta pk 15.50 wib.

Seminar dimulai dengan sebuah tayangan ice breaker, untuk mengajak peserta melakukan refleksi, betapa perubahan demikian cepat, dan setiap kita harus meng-antisipasi dan menyiapkan diri sebaik mungkin. Dilanjutkan dengan penyampaian sejumlah materi teknis, demonstrasi dan tanya jawab, yang dibagi dalam tiga sesi – total 4 jam.

Sebuah seminar yang cukup panjang, dan memerlukan stamina yang prima untuk bisa berkonsentrasi dari awal hingga akhir 🙂

Saya berharap dan berdoa, agar materi dan sejumlah demonstrasi yang disampaikan, bisa memberikan positive influence, meng-inspirasi serta mampu mengubah cara pandang dan cara berpikir.

Kuliah Umum Robotika STMIK PPKIA Tarakanita

Kuliah Tamu Robotika
Sabtu, 06 Februari 2010 10:22

Kuliah Tamu Robotika kemarin telah dilaksanakan bertempat di Swiss Bell-Hotel Tarakan seperti yang telah direncanakan semula oleh pihak Kampus. Syukur kepada Allah SWT acara berlangsung dengan baik, meski hujan sempat mengguyur kota Tarakan di pagi hari sejak pukul 7.30, otomatis acara tertunda sejenak karena cuaca yang kebetulan tidak mengijinkan.

Secara keseluruhan acara berlangsung dengan seru dan khidmat sampai pembicara harus meninggalkan tempat karena jadwal kepulangan sudah menunggu di Bandara Juata Tarakan.

Seminar Robotika di Kampus Biru ini bertajuk “Embedded Robotics : Mobile Robot Design and Applications” ini dipandu oleh moderator Bpk. Kandi Harianto, S.Kom, yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Robotika Kampus Biru dan pembicara Bpk. Ir. Christianto Tjahyadi sebagai seorang Pakar Robotika dari Bandung – Jawa Barat.

Pak Chris, demikian sebutan akrab beliau ini adalah lulusan Universitas Kristen Maranatha Bandung, dimana telah terlibat sebagai penggerak aktifitas Robotika di Bandung dan Provinsi Jawa Barat kurang lebih hampir 10 (sepuluh) tahun. Kiprahnya di dunia Robotika tidak lain dari memang latarbelakangnya seorang sarjana Teknik Elektronika lulusan 1990. Prestasi beliau yang tidak bisa dianggap enteng adalah beliau bersama-sama Dosen-Dosen Tim Robotika Universitas Komputer (UNIKOM) Bandung mampu menorehkan prestasinya memenangkan emas saat di Kontes Robotika di Amerika dua tahun lalu.

“Robot masa kini sudah jauh lebih mudah dan sederhana dibandingkan masa saat kuliah saya dulu”, demikian seperti apa yang disampaikan beliau disela-sela Kuliah Tamu di pagi kemarin (5 Februari 210). “Kecanggihan teknologi memang membuat alat semakin kecil dan semakin mudah untuk diprogram dan dikendalikan. Saat saya kuliah dulu, agak bergidik saat orang mengatakan akan membuat robot, namun saat ini kemudahan pembuatan robot menjadi sebuah sarana untuk mengintegrasikan (meng-embedded) pada hampir seluruh peralatan”, tambahnya.

Kuliah tamu ini berdurasi 120 menit, mulai jam 8 pagi hingga jam 10 WITA, dilanjutkan dengan sessi tanya jawab selama kurang lebih 30 menit. Antusiasme para peserta cukup tinggi, demikian juga saat di demokan robot yang kebetulan dibawa oleh beliau dengan kendali remotecontrol dan mampu mapping (pemetaan) jalur yang ada hingga robot bisa berjalan sesuai apa yang diinginkan.

Peserta sebenarnya kurang puas dengan waktu sessi tanya jawab yang dirasa kurang ini, namun apa mau dikata, karena waktu jua-lah yang membatasi. Namun pembicara menutup sessi ini dengan memberikan alamat email hingga dapat dikontak untuk konsultasi lebih lanjut.

Acara Kuliah Tamu ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata bagi Pembicara dari Ketua STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati berupa  vandel dan kenang-kenangan berupa Batik khas Kalimantan Timur. “Kenang-kenangan ini sebagai simbol bahwa Pak Chris selalu ingat tentang Tarakan dan Kalimantan Timur”, demikian disampaikan oleh Ketua Sekolah Tinggi.

Acara berikutnya yang sangat ditunggu-tunggu juga oleh para peserta seminar adalah pengundian doorprize. Hadiah yang disediakan berupa beberapa jam meja, gelas dan agenda dari PT. Microsoft Indonesia yang sebenarnya akan dilaksanakan hari ini, tanggal 6 Februari 2010.

Demikian berita seputar kampus biru, sebagai acuan tentang aktifitas kita yang tidak pernah padam untuk terus berprestasi membuka wawasan dan mencerdaskan masyarakat kota Tarakan.

Sumber: STMIK PPKIA

Seminar Teknologi Robotika sebagai Inovasi dalam Dunia Pendidikan

Seminar nasional robotika yang mengangkat tema “Teknologi Robotika sebagai Inovasi dalam Dunia Pendidikan” dilangsungkan di kota Solo, 29 Oktober 2011, bertempat di aula SMAN 1 Surakarta.

Seminar robotika skala nasional pertama yang digelar oleh MGMP TIK SMA/MA Kota Surakarta ini, menghadirkan pembicara Ir. Christianto Tjahyadi dari NEXT SYSTEM Robotics Learning Center dan Tim Robotika Fakultas Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Seminar yang diikuti oleh sekitar 250 peserta, mayoritas guru TIK ini, berlangsung dengan hangat dan antusias.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kota Solo, diawali dengan sejumlah sambutan dari panitia.

Bapak Ir. Christianto Tjahyadi yang tampil sebagai pembicara pertama mengangkat tema “Media Pembelajaran Berbasis Robotika”. Pembicara menekankan pentingnya memahami robotika sebagai keilmuan. Robotika dan produk robot adalah dua hal yang ber-sinergi, namun di dalam pembelajaran robotika, peserta didik tidak boleh terjebak atau terkunci pada melulu mempelajari produk robot.

Ranah robot cerdas juga menjadi perhatian khusus dari pembicara, pada sesi pertama yang berlangsung selama 120 menit; mengingat robot haruslah cerdas. Dan pengembang robot harus menjadi seorang inovator, bahkan kreator dan inventor; bukan sekedar pengguna atau operator.

Sesi demonstrasi menampilkan sejumlah kecerdasan sederhana dari sebuah robot, seperti mengikuti garis, men-deteksi penghalang, men-deteksi gas polutan, men-deteksi nyala api, serta pengendalian secara nirkabel. Semua kecerdasan tersebut bekerja secara simultan.

Sesi tanya jawab yang terlalu singkat, karena terbatasnya waktu, menyisakan sejumlah pertanyaan. Usai sesi, sejumlah peserta yang masih penasaran pun segera maju ke meja pembicara, agar bisa memuaskan rasa penasarannya, sekaligus melihat dan mencermati dari dekat, robot yang digunakan saat sesi demonstrasi.

Di akhir acara, Ketua MGMP TIK SMA/MA Kota Surakarta menyerahkan kenang-kenangan kepada nara sumber.

Terima kasih kepada MGMP TIK SMA/MA Kota Surakarta yang telah memberikan kepercayaan kepada NEXT SYSTEM Robotics Learning Center.

Seminar Robotik I.T. Camp 2011

IT Camp 2011 yang diselenggarakan oleh satu kampus di Jakarta, dengan mengambil lokasi di Wisma YPB Cipanas, Puncak, khususnya sesi robotika, berlangsung pada hari Sabtu, 16 Juli 2011. Topik yang diangkat masih sama dengan kloter pertama, “Rancang Kendali Robot Cerdas“, dengan nara sumber Ir. Christianto Tjahyadi dari NEXT SYSTEM Robotics Learning Center Bandung.

Sesi yang berlangsung selama 180 menit ini diikuti oleh sekira 250 mahasiswa.

Sesi demonstrasi menampilkan dua buah robot kreasi anak-anak binaan NEXT SYSTEM Robotics Learning Center, Robot Maze Solver dan Robot Green Bird, untuk meng-inspirasi peserta yang hadir saat itu.

Usai acara, seperti biasa, foto bersama untuk dokumentasi 🙂

Sharp Infra Red Ranger

Sharp Infra Red Ranger merupakan sensor jarak berbasis cahaya yang cukup banyak digunakan dalam aplikasi robotika. Masing-masing model memiliki kemampuan mengukur jarak yang berbeda, serta memiliki output yang berbeda pula (digital dan analog).

Berikut adalah masing-masing model serta kemampuan mengukurnya. Tanda merah merupakan jarak ukur tetap, dimana sensor akan memberikan output HIGH ketika “melihat” benda lebih dekat dari jarak yang telah ditentukan.

Area berwarna hitam adalah area di bawah jarak minimum. Pada jarak ini, sensor akan memberikan hasil pengukuran yang keliru. Area warna abu adalah jarak dimana sensor akan memberikan hasil pengukuran yang sesuai.

Dengan kemampuan yang beragam, maka pilihlah model yang memiliki kemampuan jarak pengukuran yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Untuk model dengan keluaran analog, tegangan output yang dihasilkan tidak linier (cenderung logaritmis) terhadap jarak benda. Untuk itu perlu dilakukan normalisasi sesuai dengan data grafik yang terdapat dalam datasheet.

GP2D12 ~ 10-80 cm dan GP2D120 ~ 4-30 cm adalah dua model dengan output analog yang cukup mudah didapat di pasar di Indonesia.

Robot Deteksi Polusi Punya Sayap

MASIH ingat dengan beberapa alat indikator polutan udara yang di Kota Bandung tidak berfungsi lagi? Atau beberapa kasus kebakaran yang diakibatkan elpiji di rumah tinggal bocor? Hmm, ada baiknya jika saat ini melirik Green Bird, robot pendeteksi polusi serta gas yang dianggap membahayakan bagi manusia.

Adalah tiga siswa SMP terdiri atas Michelle Emmanuella (15), lulusan SMP Trimulia dan Jocelyn Olivia (13), SMP BPK Penabur serta Fairuuz dari SMP Temasek. Ketiganya siswa berbakat binaan dari Padepokan Next System pimpinan Christianto Tjahyadi.

“Cara kerja dari robot ini sederhana banget. Sensornya akan langsung bekerja jika mendapati adanya polusi udara, asap kebakaran atau gas berbahaya seperti elpiji, metana, dan karbondioksida,” ungkap Michelle di Padepokan Next System, di pertokoan ITC Kosambi, Jln. Baranangsiang, baru-baru ini.

Dari segi penampilan, Green Bird yang dibuat selama satu bulan sangat menarik dengan dominasi warna hijau, bermata dua, sayap serta berparuh seperti burung tentunya. Bahkan bahannya pun relatif sederhana. Badannya hanya terbuat dari sebuah boks kue plastik ukuran 400 ml dengan ditutup baskom kecil.

Sensor pendeteksi udara yang terbilang menguras kantong yakni seharga Rp 160 ribu. Sebab sensor itu buatan negara China. Indonesia belum ada. “Kalau dihitung ya menghabiskan sekitar Rp 500 ribu untuk satu Green Bird ini,” terangnya.

Green Bird sendiri sudah diujicobakan di seputar wilayah Kota Bandung. Hasilnya sungguh mencengangkan. Sensornya langsung bekerja dan memberikan Early warning saat ditempatkan di perempatan Tegallega, Pasteur serta Cimahi di waktu sore hari.

Hmm, ide sederhana yang kemudian diaplikasikan untuk kepentingan orang banyak tentu sangat berharga. Salut buat Michelle dan kawan-kawan. (rinny/”GM”)**

Sumber: Galamedia