Category: artikel

Sensor Cahaya

Sejumlah divais elektronik sederhana dapat digunakan sebagai “mata” pada robot. Photoresistor atau sel CdS (cadmium-sulfide) Sel CdS memiliki resistansi yang nilainya bergantung pada cahaya yang diterimanya. Bila tidak ada cahaya yang mengenainya, resistansi-nya sangat tinggi, sementara ketika dikenai cahaya, nilai resistansi-nya turun. Sel CdS sangat mudah dihubungkan dengan komponen elektronik lainnya, namun yang harus diperhatikan, …

Continue reading

Mikrokontroler AVR Seri Tiny

AVR Tiny merupakan mikrokontroler yang mengesankan dan ekonomis. Secara fisik cukup kecil, namun di dalamnya tidak demikian. AVR Tiny mengusung arsitektur AVR RISC yang kompatibel dengan semua mikrokontroler AVR. Mereka memiliki In System Programming (ISP), Flash Memory, Internal EEPROM dan RAM, Timer, Interupsi, Analog Comparator, ADC dan yang lainnya. Berikut adalah beberapa anggota keluarga ATtiny, …

Continue reading

Menggunakan Perintah RCTIME pada PBASIC

Dalam PBASIC, perintah RCTIME dapat digunakan untuk mengukur waktu charge dan discharge dari sebuah rangkaian resistor / kapasitor. Untuk mengukur resistansi dan kapasitansi, gunakan sensor resistif atau kapasitif seperti thermistor atau sensor kelembaban kapasitif atau potensiometer. Dalam penginderaan yang lebih luas, RCTIME dapat berfungsi sebagai stopwatch yang presisi untuk kejadian yang berdurasi sangat pendek. Ketika …

Continue reading

Menggunakan PWM pada ATmega8535

Kebanyakan mikrokontroler AVR memiliki kanal PWM di dalam chip-nya. Fasilitas ini membuat penggunaan PWM menjadi lebih sederhana dan lebih akurat. Timer atau Counter dalam AVR dapat digunakan dalam modus PWM tanpa mengganggu fungsi dasar timer. Timer1 dapat di-konfigurasi dalam modus PWM dengan men-setting bit PWM11 dan PWM10 dalam register TCCR1A. PWM11 PWM10 Description 0 0 …

Continue reading

Mikrokontroler Microchip PIC

Walaupun mikrokontroler yang satu ini excellent, populasi pemakai di Indonesia, tidak terlalu banyak. Mungkin dikarenakan faktor harga, yang umumnya, hampir 2-3 kali lipat dibanding produk yang setara keluaran Atmel. Namun perlu dicatat, harga chip Atmel yang murah yang banyak beredar di Indonesia, adalah produk dengan kualitas kelas dua; sementara PIC hanya menyediakan kualitas satu. Chip …

Continue reading

Menghubungkan BASIC Stamp dengan Modul Sonar SRF04

Mikrokontroler harus merubah level logika pada pin INIT pada modul sonar untuk memulai sebuah pembacaan. Setelah pin input INIT menjadi LOW, modul sonar akan mengirimkan sebuah ping. Setelah itu, output ECHO menjadi HIGH dan akan menjadi LOW kembali setelah modul menerima sebuah pantulan. Perintah PULSOUT mengirimkan sebuah pulsa high pada pin INIT pada modul sonar. …

Continue reading

Menggunakan LCD

Penampil LCD cukup mudah ditemukan di pasaran, terutama ukuran 16×2. Harganya pun relatif terjangkau. Di dalam penggunaannya, hubungan antara mikrokontroler dan LCD dapat menggunakan hubungan 8-bit atau 4-bit. Pilihan kedua lebih banyak digunakan karena akan menghemat pin I/O 🙂 Selain pin data, juga perlu dihubungkan pin RS dan pin E. Menggunakan penampil LCD 16*2, khususnya …

Continue reading

Memrogram EEPROM I2C dengan Bahasa C

Berikut adalah contoh bagaimana meng-akses I2C EEPROM Atmel 24C02 menggunakan CodeVision-AVR: /* bus I2C dihubungkan dengan PORTB */ /* sinyal SDA pada bit 3 */ /* sinyal SCL pada bit 4 */ #asm .equ __i2c_port=0x18 .equ __sda_bit=3 .equ __scl_bit=4 #endasm #include <i2c.h> #include <delay.h> #define EEPROM_BUS_ADDRESS 0xa0 /* membaca satu byte dari EEPROM */ unsigned …

Continue reading

Memrogram EEPROM I2C dengan BASCOM-AVR

I2C singkatan dari Inter Integrated Circuit, adalah sebuah protokol untuk komunikasi serial antar IC, dan sering disebut juga Two Wire Interface (TWI). Bus yang digunakan untuk komunikasi antara mikrokontroler dan divais periferal seperti memori, sensor temperatur dan I/O expander. Komunikasi dilakukan melalui dua jalur: SDA (serial data) dan SCL (serial clock). Setiap divais I2C memiliki …

Continue reading

Memrogram Mikrokontroler PIC dengan BASIC

Pada saat kemunculan komputer pribadi di era 1980an, bahasa BASIC cukup populer. Saat ini, BASIC masih diperhitungkan sebagai bahasa pemrograman yang paling mudah digunakan, tidak terkecuali di dalam dunia mikrokontroler. BASIC memungkinkan pengembangan aplikasi lebih cepat dibanding bahasa assembly. Ketika menulis kode untuk mikrokontroler, programmer sering kali berhadapan dengan isu yang sama, seperti komunikasi serial, …

Continue reading